bagaimana dengan SMS merah ??
Konon hanya dengan melihat layar yang merah, atau mendengar percakapan dari telepon setan tadi, penerimanya bisa mati. dihubungkan dengan teori diatas, kemungkinan bisa saja terjadi kalau rangsangan psikis (bukan rangsangan mekanis , e.g. elektromagnetik, infra red, listrik, termis dll) yang ditimbulkan dari kedua media diatas (SMS dan Telepon) cukup dahsyat untuk memicu rantai jalur yang telah diatas, yang mungkin butuh rangsangan 1000 kali diatas normal…!!!
Masalahnya sekarang.., belum ada teknologi yang mampu menciptakan rangsangan psikis yang sedemikian hebat dan dapat berpengaruh pada setiap orang (berbeda dengan SMS tentang kecelakaan lalu lintas tadi, yang mungkin ber efek berbeda, pada penerima yang berbeda). ilmu gendam atau sihir pun samapai saat ini belum ada yang mampu sampai level sedemikian dahsyatnya.
Tentang efek dahsyat ini (cukup melihat atau mendengar bisa tewas) sebenarnya sudah diimajinasikan secara fiksi dalam novel terkenal J.K Rowling , Harry Potter. Basilisk, seekor makhluk purba berbentuk ular besar yang tinggal di Chamber of Secret di Hogward, dikisahkan matanya yang berwarna merah mampu menewaskan orang atau makhluk lain yang hanya dengan melihatnya. (sama dengan SMS merah tadi). Untuk efek ilmu gendam alias mantera sihir di kisah tersebut yang terdahsyat, yang mampu menewaskan lawan dalam hitungan detik adalah “Avada kedavra”. (sama dengan Issue telepon santet tadi).
Kesimpulannya, ditinjau dari segi medis, menurut teori saya, kematian mendadak bisa terjadi lewat rangsangan psikis yang begitu dahsyat akan tetapi sampai saat ini belum ada teknologi yang mampu menjadikan SMS ataupun telepon mampu menghasilkan rangsangan psikis sedemikian dahsyatnya.. jadi masyarakat dihimbau tenang saja.. menanggapi isu SMS merah tersebut (meminjam istilah para pejabat hehe..)
yang jelas, kemungkinan penyebar issu nya sangat terinspirasi dari kisah-kisah fiktif, seperti kisah Harry Potter yang saya sebut diatas..
atau jangan-jangan, Lord Voldemort dan Basilisk nya sudah bangkit lagi dan menyebarkan Avada Kedavra lewat telepon dan foto mata basilisk yang merah lewat SMS.. (hayah, makin ngaco aja niy…)
intinya, jangan panik saudara-saudara…

Ponorogo Town Square is located in Ponorogo regency. The most prominent from the capital of Ponorogo regency town square is the wide and beautiful roads and decorated by various statue sorts in almost every intersection of the road.
One of the statues that is become Ponorogo monument of the community's pride is SUKOWATI Statue, a fighter from Ponorogo who can met in the great side of road to entered Ponorogo city that is the north main gate.
Ponorogo town square traditionally is the place of Ponorogo community that gathering in various forms of celebration. Ponorogo town square also became the centre of various official of government activities. In Town Square, we can found lion statues in each corners, and as the center piece was gotten the giant's stage that used as the main stage in REOG NATIONAL FESTIVAL that held each year along with Grebeg Suro celebration. In Town Square also operated by the buggy and the toy carriage.